BTemplates.com

DAFTAR MENU

Tampilkan postingan dengan label Galur dan Varietas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Galur dan Varietas. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Maret 2022

Padi Umur Pendek Atau Umur Genjah Untuk Lahan Tadah Hujan di Jawa Timur Tahun 2022

Berikut beberapa Rekomendasi Galur dan Varietas Tanaman Padi Umur dibawah 100 Hari Siap Panen dengan hasil panen berlimpah Tahun 2022.

1. Padi Banowati.


2. Padi IF 17


3..Padi Amphibi ( Var IPB 9G ).

4.Padi Trisakti


5. Galur Padi Umur Super dan Ultra Genjah.


Info Oleh :

Heri Purwanto - Agro Mas Nusantara.

Lamongan - Jawa Timur.

Telp / WA. 085 330 85 4216

Channel Youtube : Petani Agro Mas


Mengenal Padi Penghasil Beras Premium di Lamongan Jawa Timur : Padi Mentik Wangi Susu Sehat.

Berikut Video Gambaran Sekilas Padi Sehat Mentik Wangi Susu yang dibudidayakan di Lahan Deusun Sembung Desa Sidomulyo Kec Mantup Kab Lamongan Jawa Timur.

Pemilik Lahan : Agro Mas Nusantara  -- Lamongan - Jawa Timur.

Beras organik mentik susu yang dikembangkan Agro Mas Nusantara , salah satunya adalah jenis beras mentik susu sehat . Mentik susu ini bentuknya lebih mendekati ke bentuk ketan putih. Sedangkan perbedaan utamanya dengan ketan, adalah beras organik menthik susu ini lebih pendek/bulat daripada ketan putih. Seperti halnya ketan, beras mentik susu ini lebih pulen, akan tetapi tingkat pulen/lengketnya masih lebih bagus ketan. Kandungan gizi dari beras mentik susu untuk kadar lemak adalah sekitar 0,91 dan karbohidrat adalah 77,78.

Info lanjut Untuk Pemesanan Beras Mentik Wangi Susu :

Heri Purwanto - Agro Mas Nusantara

Telp / Wa. 085 330 85 4216

Lamongan - Jawa Timur.

Jumat, 22 Januari 2021

Padi Pak Kumis : Padi Umur Sangat Pendek ( Ultra Genjah ) di Daerah Lamongan Jawa Timur.

Padi Galur kumis merupakan padi galur yang kemungkinan masuk ke daerah Lamongan pada kisaran tahun 2010 an dan mulai banyak dibudidayakan para petani pada tahun 2010 -2015. Kelebihan dari padi galur pak kumis ini adalah karena umurnya yang relatif sangat pendek ( Genjah ) dan memiliki bobot gabah panen ( GKP ) yang bisa diandalkan. Karena berumur relatif pendek inilah padi ini jadi pilihan para petani khususnya untuk area tadah hujan tanpa irigasi teknis dimana dalam setahunnya mereka menanam padi sebanyak 2 kali musim tanaman yaitu pada MT 1 ( Bulan Nopember - Pebruari ) dan MT 2 ( Bulan Pebruari -Mei ) dan hanya mengandalakan air dari hujan yang turun dari langit atau pompanisasi susmur bor.

Padi Galur Pak Kumis : Malai Menguning dibanding yang lain, dilahan daerah Mantup - Lamongan

Kelebihan lain dari padi Pak Kumis adalah karena agak toleran kekeringan ( Tahan Kering ) dan mudah dalam perawatan serta hemat dalam pemupukan.

Pengalaman saya pribadi selama membudidayakan padi pak Kumis adalah : Umur yang sangan Pendek ( Kisaran 65 - 70 HST ) , Bobot GKP yang baik, Toleran kering tapi sangat rentan WBC, Blast ( Jamur ) serta Bakteri ( HBD ).

Padi Kumis mempunyai tekstur nasi yang pera, bentuk bulir gabah yang berkembang di masyarakat beraneka macam dari yang panjang ramping, panjang medium dan medium bulat ( Seperti padi Javanica ).

Penjelasan lebih lengkap terkait gambaran sekilas padi galur Pak Kumis juga beberapa galur padi pilihan petani  , Silahkan ikuti pada penjelasan video Youtube pada tautan link berikut ini  pada Chanel " Petani Agro Mas " : CLIK DISINI.


Info Oleh :

Heri Purwanto ( Pemerhati dan Praktisi Tanaman Padi )

Telp / Wa. 085 330 85 4216

Lamongan - Jawa Timur


Jumat, 08 Januari 2021

Melihat Padi Umur Pendek Bermalai Panjang Sehingga Hasil Panen Padi Berlimpah di Lamongan Jawa Timur.

Melihat dari dekat uji daya hasil beberapa galur dan varietas tanaman padi yang berumur genjah ( Pendek ) dan bermalai panjang sehingga diharapkan tanaman padi tersebut bisa menghasilkan potensi panen yang tinggi dan berlimpah di lahan uji Komunitas Agro Mas Nusantara di wilayah Kabupaten Lamongan sekitarnya.

Padi galur yang diuji adalah mayoritas padi galur baru hasil persilangan ( Pemuliaan ) Petani Kecil yang ada di Nusantara.Padi tersebut dikemudian hari diharapkan bisa memiliki karakter spesifik lokasi dan toleran terhadap cekaman lingkungan setempat.

Melihat beberapa uji potensi daya hasil beberapa galur atau varietas tanaman padi di lahan uji Agro Mas Nusantara Kab. Lamongan, Silahkan Ikuti beberapa link Tautan dibawah ini :
  1. Uji Galur / Varietas Umur Pendek ( Genjah ) Tahan / Toleran Kekeringan.                      Silahkan CLIK DISINI.
  2. Uji Galur / Variteas Umur Pendek ( Genjah ) Hasil melimpah .Silahkan CLIK DISINI.
  3. Uji Galur / Varietas Umur Pendek ( Genjah )  Berkarakter Amphibi ( Kering /basah ) Silahkan CLIK DISINI.
  4. Uji Galur / Variteas Umur Pendek ( Genjah ) Toleran Serangan Jamur ( Blast )  .Silahkan CLIK DISINI.
  5. Uji Galur / Variteas Umur Pendek ( Genjah )  Hasil berlimpah dan aromatik ( Beraroma Wangi )  .Silahkan CLIK DISINI.
  6. Uji Galur / Variteas IF 16  di lahan sawah tadah hujan di Lamongan .                    Silahkan CLIK DISINI.
  7. Padi Beras Hitam Sehat di Daerah Lamongan, Silahkan CLIK DISINI.
  8. Padi Beras Merah Sehat Oleh Forum Pangan Sehat Lamongan, Silahkan CLIK DISINI.

Info Oleh :
Heri Purwanto - Telp /Wa. 085 330 85 4216
Lamongan - Jawa Timur.

Sabtu, 18 April 2020

Galur dan Varietas Padi Lokal, Tidak Hilang dan Jadi Harapan Petani Untuk Masa Mendatang.

Padi lokal mulai diperhitungkan menjadi padi spesifik lokasi berproduksi tinggi setara dengan varietas unggul baru, bahkan ada yang produktivitasnya lebih tinggi. Selama ini kesan terhadap padi lokal adalah padi dengan potensi rendah, umur panjang dan tanaman relatif tinggi.

Terlepas dari silsilahnya, entah berasal dari padi lokal asli (landrase) turun temurun ataupun asal galur-galur hasil persilangan pemulia yang sudah terpilih dan diseleksi , saat ini ditemukan berbagai padi yang diklaim petani sebagai padi lokal dan galur lokal adaptif berpotensi produksi tinggi . 
Heri Purwanto Bersama Padi Hasil Pemuliaan Padi Varietas Lokal.
Kemajuan padi lokal muncul  karena padi ini telah ditanam oleh petani pada cekaman spesifik lokasi dalam waktu panjang. Hal ini sekaligus merupakan proses seleksi secara alami. Karena itu,  padi lokal yang sekarang diklaim petani sebagai padi unggul,  keragamannya sudah mirip varietas dan memiliki adaptasi spesifik lokasi. Hanya  galur yang adaptiflah yang bisa bertahan dengan kondisi spesifik tersebut.

Kamis, 19 September 2019

Hak Petani Kecil Atas Benih di Tengah Arena Pasar Bebas Dunia.


Beberapa tahun terakhir ini sedang hangat dibicarakan baik lewat forum diskusi  atau forum petani yang lain terkait perkembangan kegiatan pemuliaan tanaman dan konservasi atas kekayaan plasma nutfah di nusantara. Salah satu persoalan penting yang dibahas oleh para petani pemulia dan pemerhati benih adalah, isu perjanjian perdagangan bebas, khususnya soal kemungkinan Indonesia akan diwajibkan meratifikasi konvensi UPOV 91.
Kegiatan Seleksi Tanaman Padi Karya Petani Kecil di Jawa Timur.
Kewajiban mengikatkan diri pada konvensi UPOV ini merupakan konsekuensi dari langkah pemerintah yang mengikatkan diri dalam Perjanjian Indonesia - EFTA. Lewat perjanjian itu, para anggota, khususnya dari negara-negara Asia, termasuk Indonesia, kemudian ditekan untuk mengadopsi undang-undang perlindungan atas hak kekayaan intelektual terhadap benih berdasarkan TRIPS (Trade Related Aspect of Intellectual Property).
Dalam mekanisme TRIPS inilah, kemudian, terdapat kewajiban harmonisasi aturan perlindungan varietas tanaman yang mengacu pada konvensi UPOV 91. Dalam banyak forum diskusi dan silaturrohmi  para petani pemulia dan penggiat benih lokal nusantara, mayoritas  membuat kesimpulan bersikap tegas menolak rencana pemerintah mengikatkan diri dalam konvensi UPOV 91. Para petani menilai, konvensi yang merupakan singkatan dari bahasa Perancis, Union pour la Protection des Obtentions Vegetables atau perjanjian internasional untuk perlindungan tanaman itu, merupakan bentuk pengebirian hak petani atas benih.

Menurut pendapat dan kesimpulan hasil diskusi para petani pemerhati dan pemulia benih :  pemberlakuan konvensi UPOV 91 jika nantinya Indonesia mengikatkan diri ini bakal sangat merugikan. Pasalnya, dari berbagai diskusi yang pernah digelar, bisa disimpulkan, perjanjian ini justru dibuat untuk menguntungkan para pemulia benih dari lembaga penelitian dan perusahaan benih, terutama perusahaan multinasional yang beroperasi lintas negara, dan sekaligus membatasi hak-hak petani atas benih.

Ada beberapa alasan mengapa UPOV 91 sangat merugikan bagi petani pemulia benih. Pertama, konvensi ini melarang atau membatasi penyimpanan, pertukaran dan penjualan benih. Kedua, komersialisasi benih menguntungkan perusahaan multinasional dimana, perusahaan dan lembaga pembenih dapat mengambil benih dari petani, mereproduksi, melakukan seleksi penyamaan benih / homogenisasi, memprivatisasikannya dan mengklaim kepemilikan sebagai varietas yang mereka miliki.

Anggota Komunitas Agro Mas Nusantara  di lahan Galur lokal Petani .
Ketiga, adanya klausul denda dan kriminalisasi terhadap petani, yang dianggap meng-kopi benih yang sudah dipatenkan perusahaan multi nasional. Keempat, akan menyebabkan erosi keaneka ragaman hayati. Kelima, menyebabkan ketergantungan petani terhadap industri / perusahaan benih.

Wajar jika petani dalam diskusi tersebut menyusun sebuah harapan agar kemerdekaan petani sebagai pemulia benih tidak terampas oleh perdagangan bebas. Pertama, petani mengharapkan lahirnya wadah organisasi bagi petani pemulia benih yang kuat. Wadah bagi petani pemulia benih ini, merupakan wadah yang bergerak tidak hanya pada level komunitas, tetapi harus lebih luas dan memiliki fungsi sebagai pengayom pemulia dan pemerhati benih lokal nusantara.

Wadah ini juga harus memiliki fungsi menjembatani relasi dengan pihak lain untuk meningkatkan posisi tawar petani pemulia benih. Kemudian, wadah organisasi petani ini harus merupakan wadah yang dapat digunakan untuk menitipkan aspirasi petani pemulia benih, sebagai forum pemersatu, dan wadah yang dapat mewujudkan cita cita berdirinya koperasi bagi pemuliaan tanaman. Wadah ini juga harus merupakan wadah yang dapat mendampingi teknis pelaporan, pendaftaran, hingga pelepasan varietas tanaman.
Heri Purwanto di Lahan Penanaman Padi Hasil Seleksi Petani Kecil di Perbatasan Lamongan Tuban.
Kedua, petani pemulia benih punya harapan agar dimuliakan oleh negara. Ketiga, adanya penerimaan masyarakat terhadap varietas yang dihasilkan petani pemulia benih dan merasa puas atas benih tersebut. Keempat, petani pemulia benih mampu merdeka atas ketergantungan pada benih dari kios atau lebih besar lagi perusahaan benih.

Kelima, pengetahuan petani pemulia benih harus disebarluaskan ke seluruh Indonesia. Terakhir, harapan petani pemulia benih adalah terjadinya regenerasi pemuda sebagai pemulia yang dimulai dengan porsi yang tepat. 
Disadur dari sumber  : https://villagerspost.com / 2019.

Kamis, 12 September 2019

Benih Unggul Tanaman : Faktor Penting dalam Peningkatan Hasil Panen Pertanian di Indonesia.


Dalam upaya peningkatan produksi pertanian ada beberapa faktor yang berpengaruh.  Salah satu faktor yang mempengaruhi produksi adalah penggunaan benih.  Penggunaan benih unggul dalam budidaya pertanian harus dilakukan dalam mendongkrak hasil produksi. 
Heri Purwanto sebagai Nara Sumber Penyuluhan Pertanian Terkait Mutu Benih Padi
Varietas dan galur  unggul merupakan salah satu teknologi yang berperan penting dalam peningkatan produksi pertanian. Kontribusi nyata varietas / galur unggul terhadap peningkatan produksi padi nasional antara lain tercermin dari pencapaian swasembada beras pada tahun 1984 dan 2007. Hal ini terkait dengan sifat-sifat yang dimiliki oleh benih unggul padi, antara lain berdaya hasil tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit  utama, umur genjah, dan rasa nasi enak.

Benih bermutu mencakup mutu genetik, yaitu penampilan benih murni dari varietas tertentu yang menunjukkan identitas genetis dari tanaman induknya, Mutu fisiologis yaitu kemampuan daya hidup (viabilitas) benih yang mencakup daya kecambah dan kekuatan tumbuh benih dan mutu fisik benih yaitu penampilan benih secara prima dilihat secara fisik seperti ukuran homogen, bernas, bersih dari campuran, bebas hama dan penyakit dan kemasan menarik.

Rabu, 04 September 2019

Urgensi Seleksi Karakter Tanaman Padi Unggul dengan Hasil Panen Yang Memuaskan.


Pemuliaan tanaman merupakan suatu metoda yang secara sistematik merakit keragaman genetik menjadi suatu bentuk yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Varietas unggul baik unggul baru maupun unggul lokal, merupakan hasil kegiatan pemuliaan tanaman dan menjadi salah satu teknologi kunci dalam peningkatan hasil padi. Menurut para ahli  peningkatan produksi padi didominasi peranan peningkatan produktivitas (teknologi) sebesar 56,1%, perluasan areal 26,3%, dan 17,6% interaksi antara keduanya. Sementara itu dalam teknologi, peran varietas bersama pupuk dan air terhadap peningkatan produktivitas padi adalah 75%.
Perbedaan IR64 ( Tangan Kanan ) dg Padi Galur Hasil Seleksi ( Tangan Kiri ) Heri Purwanto.
Perakitan varietas secara konvensional memerlukan waktu yang panjang ( lebih dari 5 tahun), apalagi dengan menggunakan berbagai varietas atau tetua yang mempunyai sifat-sifat yang diinginkan. Metode seleksi merupakan proses yang efektif untuk memperoleh sifat sifat yang dianggap sangat penting dan tingkat keberhasilannya tinggi. Menurut Helyanto bahwa apabila suatu karakter memiliki keragaman genetik cukup tinggi, maka keragaman karakter tersebut antar individu dalam populasinya akan tinggi pula, sehingga seleksi akan lebih mudah untuk mendapatkan sifat-sifat yang diinginkan. Oleh sebab itu, informasi keragaman genetik sangat diperlukan untuk memperoleh varietas baru yang diharapkan .

Rabu, 19 Juni 2019

Padi Sertani Teruji Tangguh dalam Hasil Panen dan Cekaman Lingkungan serta Kekeringan.


Varietas unggul galur murni dapat dibuat dengan menyilangkan dua genotipe padi yang berbeda untuk menggabungkan sifat- sifat unggul dari keduanya. Hasil persilangan ditanam dan secara alami akan terjadi perkawinan sendiri dalam satu tanaman. Hasilnya ditanam kembali dan akan sangat bervariasi karena terjadi segregasi gen-gen ( Pemecahan Genetik ) di dalamnya. Dari variasi yang ada pada generasi bersegregasi tersebut diseleksi tanaman terbaik sesuai dengan tujuan perakitan varietas yang dilakukan. Demikian seterusnya selama beberapa generasi . Selain itu dengan adanya kemampuan regenerasi seksual secara normal dan siklus pertumbuhan yang relatif singkat memberikan keuntungan bagi pemuliaan tanaman membiak vegetatif karena proses segregasi yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan variabilitas ( Keanekaragaman )  genetik antar dan inter populasi tanaman terlebih apabila siklus pertumbuhan tanaman tersebut singkat.

Aspek yang membedakan seleksi tanaman membiak vegetatif ( Tanpa melalui perkawinan / pembungaan ) dan generatif ( Perkawinan / Pembungaan )  yaitu segregasi tanamam membiak vegetatif tidak dapat memisahkan pengaruh segregasi yang muncul digenerasi berikutnya seperti yang dilakukan tanaman generatif . Susunan genetik pada tanaman vegetatif sama dengan induk tetuanya sehingga tidak ada variasi yang muncul.
Proses Seleksi Beberapa Galur Baru Tanaman Padi
Perbaikan varietas dapat dilakukan melalui penggabungan sifat-sifat genetik yang diinginkan, peningkatan dan pemanfaatan keragaman genetik dilanjutkan dengan seleksi dan evaluasi daya hasil. Bahan pemuliaan dapat berasal dari varietas-varietas lokal, varietas liar, varietas introduksi dari mencanegara ataupun galur-galur homozigot.

Sabtu, 15 Juni 2019

Tanaman Padi Umur Pendek, Tahan Cekaman Kekeringan dengan Potensi Hasil Panen Optimal.

Heri Purwanto : Panen Padi Umur Pendek dengan Kondisi Cekaman Kekeringan.
Upaya peningkatan produksi padi guna melestarikan swasembada beras menghadapi tantangan yang berat. Pada satu sisi permintaan akan beras senantiasa meningkat akibat pertumbuhan penduduk yang masih tinggi, perubahan pola konsumsi pangan pokok tradisional sebagian masyarakat dari non-beras ke beras. Sementara di lain pihak, tekanan hama, penyakit dan lingkungan serta menyusutnya lahan sawah potensial di Jawa yang cenderung meningkat setiap tahunnya, menyebabkan peningkatan produksi beras untuk mencapai tingkat produksi lestari dan mengimbangi peningkatan permintaan akan sulit dilakukan. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan peningkatan produktivitas sawah yang ada dan pengembangan padi umur pendek dan tahan kekeringan dilahan sub-optimal terutama pada lahan kering.

Kebutuhan air setiap tanaman berbeda, baik total maupun fase pertumbuhannya, tergantung pada jenis tanaman, keadaan medan tanah, sifat-sifat tanah, cara pemberian air, pengolahan tanah, iklim, waktu tanam, kandungan air tanah, efisiensi irigasi, curah hujan efektif, koefisien tanaman bulanan, pemakaian air konsumtif, perkolasi dan kebutuhan air untuk tanaman.

Selasa, 28 Mei 2019

Padi Galur Trisakti : Galur Unggul Umur Pendek dan Hasil Menjanjikan Petani.

Padi Trisakti Umur Panen 70 Hari di Lahan : Heri Purwanto - Lamongan.

Kemarau sering kali menjadi kendala bagi para petani untuk bercocok tanam padi, pada musim kemarau memberikan dampak besar pada kuantitas dan kualitas padi yang dihasilkan. Ketersediaan air yang menjadi faktor utama pada musim kemarau akan menghambat pertumbuhan padi. Adanya benih padi unggul berumur pendek ini menjadi solusi bagi petani pada saat musim kemarau tiba.
Produktivitas dari benih padi unggul ini memiliki perbedaan dengan benih padi pada umumnya. Meskipun musim kemarau dan  musim penghujan tiba, benih padi ini masih bisa berproduksi. Sehingga hal ini, hasil panen yang didapatkan mampu memenuhi kebutuhan beras di masyarakat meskipun pada saat kemarau berlangsung.
Salah satu Tanaman padi yang dianjurkan untuk ditanam ialah galur Trisakti  . Trisakti  merupakan benih padi unggul yang memiliki jangka waktu dari penanaman sampai panen hanya 70 sampai 75 hari saja. Dari benih padi tersebut mampu menghasilkan 6 Ton – 8  ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektarnya dengan potensi hasil dilahan uji bias mencapai 9 Ton / Hektar.
Keunggulan lain dari benih padi umur pendek ini mampu bertahan dari serangan hama, serta daya tahan nya terhadap lingkungan pun kuat dan setiap malai berisi kisaran 190 – 220  bulir gabah. Selain itu dalam satu tahun, jenis padi ini bisa ditanam 3 - 4 kali dengan sawah yang memiliki irigasi baik. Dengan menggunakan benih padi unggul ini maka produksi beras pun akan meningkat, dan dengan meningkatnya produksi beras maka persediaan beras akan tetap terjaga. Pengalaman di daerah Lamongan selatan dilahan petani binaan Agro Mas Nusantara ( Kec Mantup Kab. Lamongan )  , Rendimen beras giling dari padi galur trisakti didapatkan perhitungan 65,38 % dan tekstur nasi yang agak pulen dan aroma sedikit wangi.
Bendera Daun Tegak Relatif Aman dari Hama Burung dari Padi Trisakti.
Selama ini ketersediaan beras selalu menjadi kendala saat harga beras melonjak baik, tetapi dengan menggunakan benih padi unggul dan berumur pendek ( Genjah )  ini maka akan menciptakan produktivitas padi yang meningkat. Sebenarnya pemerintah sudah membuat anggaran khusus di bidang bertanian dengan menyediakan benih padi unggul untuk setiap petani tapi sayangnya masih ada saja kendalanya yaitu jumlah benih padi unggul yang dibutuhkan belum mencapai target.
Salah Satu cara untuk memenuhi kebutuhan Stok beras Nasional adalah dengan Memperpendek masa tanam padi dari 70 hari menjadi lebih pendek lagi yaitu 50 hari, cara ini diharapkan dapat mencapai target dari pemerintah dalam memberikan benih padi unggul untuk padi untuk hasil pertanian dalam jangka waktu yang sangat cepat tetapi dengan hasil yang tetap maksimal.

Jika memperpendek masa tanam padi ini berhasil direalisasikan, maka akan terjadi revolusi besar-besaran di bidang pertanian di Indonesia sehingga kita tidak harus mendapat impor beras lagi dari luar negeri. Padi yang tahan terhadap roboh pada saat musim hujan ini masih terus saja dikembangkan, agar para petani mendapatkan benih padi berkualitas dalam jumlah yang banyak.

Oleh : Heri Purwanto
Lamongan - Jawa Timur.

Kamis, 23 Mei 2019

Perkembangan Padi Galur Unggul Trisakti Umur 70 - 75 Hari di Lahan Lamongan Jawa Timur.

Budidaya Tanaman Padi Galur Unggul dan Genjah Trisakti Umur 70 - 75 Hari Setelah Tanaman         ( HST ) di lahan Lamongan Selatan Pada MT 2 ( Bulan Maret - April 2019 ).
Padi Trisakti dengan Tanam Jarwo 2 : 1 di Musim ke 2 Tahun 2019.

Jumat, 15 Februari 2019

Seleksi Galur Padi Unggul Oleh Petani Kecil di Lahan Lamongan Jawa Timur.

Proses Seleksi dimana penanaman dilakukan pada tanggal 17 Nopember 2018  
dan perkembangan tanaman pada tanggal 14 Pebruari 2019.
Keterangan : Tanaman di Lahan sempat terjadi kekeringan pada periode pertengahan Nopember 2018 hingga pertengahan Desember 2018.

Pertumbuhan Padi Galur Padi yang tinggi dan Karakternya Belum Stabil.

Kondisi Galur Padi yang Mendekati Karakter Stabil di Lahan Uji.
Galur Padi dari Keturunan Padi Japonica ( Padi Jepang ) di Lahan Uji.
Galur Padi Japonica di Lahan Uji ( Karakter Tanaman Belum Stabil ).

Padi Japonika ( Padi Jepang ) di Lahan Uji dalam Tahap Pengisian Bulir.

Selasa, 29 Januari 2019

Padi Genjah Trisakti : Umur 75 Hari Panen di Majalah Trubus Edisi Januari 2019.

Padi Genjah Trisakti yang di Muat di Trubus Edisi Januari 2019.
Mengenal Sekilas Deskripsi Padi Genjah Trisakti di Lahan Lamongan Jawa Timur.
Benih Padi Trisakti (Berat 5 kg)Padi trisakti telah lama diketahui masyarakat akan keunggulannya sebagai padi yang : Cepat panen (75 hst) Perawatan mudah Hasil cukup bagus Lumayan tahan rebah Dikenal juga sebagai benih padi paling genjah. Potensi hasil yang didapatkanpun lumayan yakni hingga 7 ton per hektar. Jadi satu tahun bisa dipanen 4 kali jika kebutuhan air tercukupi.

Mungkin banyak dari petani yang membutuhkan padi marathon alias padi yang ditanam secara terus menerus hingga 1 tahun penuh tanpa henti. Kondisi seperti ini tentunya padinya harus bisa panen paling lambat 70 hari agar ada waktu beberapa minggu untuk pengolahan tanah. Berbeda dengan padi m70d maupun padi m400 buatan HKTI yang diprakarsai oleh pak Meoldoko dengan masa panen 70 hari, padi trisakti ini panennya ialah 75 hari setelah tanam ( Kondisi lahan Irigasi Teknis ) . Spesifikasi Padi Trisakti Varietas Adalah Sebagai Berikut : Padi Trisakti Umur: 65-80 (rata-rata 75 hari) Ketinggian: 90 cm Bentuk batang: standar, bulat tegak Bentuk tanaman: agak mekar tegak Bentuk daun: tegak Bentuk gabah: ramping Jumlah gabah: 225 - 250 butir per malai Hasil: rata-rata 7 ton per hektar Potensi hasil: 11 ton per hektar Ketahanan: Tahan terhadap Cekaman kekeringan / kurang air Tahan hama: Blast Ras 003 dan agak tahan wereng coklat Rasa: pulen agak beraroma sedap (Aroma Harum ) Keunggulan utama dari benih padi trisakti adalah padinya yang umurnya pendek. Hanya dalam 2, 5 bulan saja sudah panen. Hasilnya pun cukup baik jika memang kondisi tanahnya subur yakni bisa mencapai 11 ton / ha. Namun rata-rata produksi ialah 7 ton lebih untuk setiap hektarnya. 

Menurut pengalaman beberap petani yang pernah menanam padi Trisakti Hasil panen padi trisakti sangat bisa diandalkan. Dan rata-rata mereka puas akan hasil panennya yang cepat. Dari percobaan, dilahan dengan luasan 800 m persegi dapat dipanen hingga 14 karung dengan tingkat konversi ke gabah kering adalah 68%.
 
 OLEH :
Heri Purwanto 
Lamongan - Jawa Timur.